Kamis, 19 September 2013

Tiga Anak Tewas Kecebur Septic Tank

Kejadian mengenaskan ini menimpa 3 balita warga dusun Tegalrejo Rt 29 Rw 10, Desa Tambi, Kec. Kejajar, Wonosobo. Seperti dikutip dari Suara Merdeka Cetak (19/9), mereka tewas tercebur ke dalam septic tank sedalam tujuh meter milik tetangga, Rabu (18/9) sekitar pukul 17.30.

foto berita
sumber : sm cetak

Ketiganya adalah Citra Oktaviana Putri (5), Nur Aini (4), dan Makrufah (3). Dua korban terakhir kakak beradik. Tak ada seorang saksi pun yang melihat kejadian itu. Musibah tersebut diduga terjadi saat ketiga bocah tersebut bermain-main dan masuk ke lubang ukuran 60 x 60 cm dan kedalaman 60 cm yang terletak di pojok atas septick tank.

Ketiganya diperkirakan jatuh akibat penahan dari bambu sudah keropos dan tak kuat menahan beban. Ketiga jenazah korban kali pertama ditemukan oleh Pontiah (29), ibu Citra, sekitar pukul 18.30.

Saat itu, Pontiah mencari anaknya karena tak kunjung pulang saat Magrib. Pontiah berteriak histeris hingga mengundang perhatian tetangga yang kemudian berdatangan dan mengevakuasi para korban.

Menurut paman Citra, Edi Yulianto, ketiga anak itu memang kerap bermain bersama. Sebelum kejadian, para korban mengaji di TPQ At-Taufiq Tambi, sekitar pukul 16.30.

Setelah pulang, Citra berpamitan hendak membeli jajan di warung yang berjarak sekitar 15 meter dari rumahnya. ”Tapi sampai Magrib belum pulang, sehingga ibunya mencari Citra,” kata Edi. Saat ditemukan, tubuh ketiga korban mengambang di genangan air dan kotoran berkedalaman dua meter.

Dua warga, Haryono dan Sugiyanto, turun menggunakan tangga dan mengangkat jenazah. Evakuasi dilakukan satu per satu menggunakan sarung karena lubang septic tank sempit. ”Diperkirakan korban tercebur sekitar pukul 17.30. Semua sudah meninggal saat ditemukan,” ujar Kepala Dusun Tegalrejo Purwanto.

Ditinggal Pemilik


Menurut dia, septic tank tersebut dibangun oleh pemilik rumah, Matnadi (35), sekitar tiga tahun lalu. Namun, dua tahun silam Matnadi merantau ke Kalimantan hingga sekarang. Rumahnya dikontrakkan kepada pendatang asal Desa Buntu, Kecamatan Kejajar, Romi (34) dan Opit (32). ”Rumah itu selama ini kosong, baru empat bulan lalu dikontrakkan,” katanya.

Purwanto menambahkan, anak-anak kerap bermain di sekitar tempat itu karena halamannya lapang dan ada warung untuk jajan. Pengontrak rumah tidak tahu di bawah lahan bekas taman tersebut ada septic tank. Menurut Purwanto, lubang septick tank ambrol karena konstruksinya tidak menggunakan rangka besi, hanya memakai bambu dan kayu.

Sementara itu, mengetahui ketiga anak tewas, Opit yang sedang hamil tujuh bulan kali syok dan dilarikan ke dokter. Ibu ketiga korban beberapa kali pingsan. Bapak Nur Aini dan Makrufah, Juwarno, terlihat murung dan tidak banyak berkata-kata saat menemui para pelayat. Ketiga korban langsung dimakamkan pada Rabu (19/9) sekitar pukul 23.00.

Kamis (19/9) siang, lokasi kejadian dijaga sejumlah warga. Aparat kepolisian yang dipimpin Kapolres AKBP Agus Pujianto telah menyelidiki TKP. Menurut Kasat Reskrim AKP Sunarto, dari hasil penyelidikan, disimpulkan kejadian itu murni musibah.

Sumber : Suara Merdeka Cetak 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar