Sabtu, 23 Agustus 2014

Mie Ongklok, Kenikmatan Penghangat Khas Wonosobo

Mengunjungi kota dingin Wonosobo tak lengkap rasanya jika belum mencoba makanan yang memiliki nama unik satu ini, yaitu Mie Ongklok. Jika ini ada kali pertama anda menginjakkan kaki di kota Wonosobo tentu Mie Ongklok adalah nama yang asing bagi telinga anda. Dan belum afdol rasanya jika anda acapkali datang ke kota Wonosobo namun belum pernah mencicipi makanan khas kota hujannya Jawa Tengah ini.


Mie Ongklok


Mie Ongklok adalah hidangan utama asli Dieng Wonosobo yang memiliki nama nyentrik serta rasa yang unik. Selain itu tampilannya yang sederhana  meyimpan sejuta misteri bagi yang ingin mencobanya. Mie Ongklok ini berbahan dasar mie kuning ditambah sayur-sayuran segar seperti kubis, daun kucai. Ketiga bahan tersebut dimasukkan ke dalam gayung dari anyaman bambu kemudian dicelupkan berulang-ulang ke dalam air yang mendidih. Sambil sesekali diongklok, nah inilah salah satu alasan kenapa makanan ini bernama Mie Ongklok. Ongklok adalah bahasa daerah Wonosobo, yang dalam bahasa Indonesia kata ongklok memiliki kesamaan arti dengan goncang atau kocok. Dan versi lain menyebutkan kata ongklok ini diambil dari nama alat yang dipakai untuk merebus mie yaitu gayung dari anyaman bamboo tersebut. Namun apapun versinya tetap saja tidak akan merubah rasanya yang unik itu.

Setelah matang kemudian mie dan campuran sayuran tersebut dituang ke dalam mangkok lalu dituangi dengan kuah kental berbahan dasar gula jawa, ebi, rempah-rempah, dan tentu saja satu bahan yang membuat kuah ini kental tepung kanji. Kuah kental inilah yang membuat Mie Ongklok begitu special dan berbeda dari sajian berbahan dasar mie-mie yang lain. Biasanya untuk menambah cita rasa di atasnya ditambah pula dengan bumbu kacang dan taburan bawang goreng serta serbuk merica yang pasti akan membangkitkan selera makan anda. Dan finally untuk penyajiannya, Mie Ongklok ini biasanya disajikan dengan ditemani makanan khas Dieng Wonosobo yang lain seperti tempe kemul, geblek, dan sate sapi. Renyahnya tempe kemul dan gurihnya sate sapi sangat harmonis sekali ketika disandingkan dengan semangkok Mie Ongklok yang segar. Sebuah kolaborasi hangat di tengah cuaca Dieng Wonosobo yang dingin ini.

Pesona Keindahan Telaga Menjer

Wonosobo memang terkenal dengan keindahan alamnya, contohnya adalah Dieng. Siapakah yang tidak mengenal Dieng? Namun daerah Wonosobo terdapat satu telaga yang sering kali terlewati oleh para wisatawan, yaitu Telaga Menjer. Jika dari Wonosobo, tempat ini berada sebelum kita memasuki Kawasan Dieng atau berada di samping PLTA Garung di kaki Gunung Pakuwaja.
Telaga Menjer, Wonosobo
Telaga Menjer, Wonosobo
Telaga Menjer termasuk ke dalam telaga/danau vulkanis dan merupakan telaga terbesar di Kabupaten Wonosobo, tempat ini terletak 12 km dari Kota Wonosobo. Saat penulis kesana, Telaga Menjer digunakan sebagai PLTA, tempat budidaya ikan nila, serta sebagai objek wisata. Pemandangan di Telaga Menjer masih sangat asri dan cantik, udara yang sejuk, serta pemandangan pedesaan yang masih tradisional sehingga tempat ini cocok untuk wisatawan yang mencari ketenangan dari hiruk pikuk kota. Derasnya suara aliran sungai dari PLTA berpadu dengan suara-suara alam sekitar menambah cantiknya suasana di Telaga Menjer. Namun sayang, jumlah pengunjung wisatawan yang datang sangat sedikit karena ketidaktahuan para traveler yang mengetahui tempat ini. Selain itu prasarana di Telaga Menjer kurang memadai untuk mendukung para wisatawan dalam menikmati keindahan Telaga Menjer. Telaga Menjer memiliki potensi yang cukup besar menjadi tempat wisata alternatif, selain Dieng, jika pemerintah daerah serius untuk mengerjakannya.
Telaga Menjer, Wonosobo
Telaga Menjer, Wonosobo
Telaga Menjer, Wonosobo
Telaga Menjer, Wonosobo

Senin, 18 Agustus 2014

Toko Carica Eceran, Grosir Termurah dan Berkualitas

Jual carica online murah, produk dari Oafindo, manisan carica "Sumbing Segar". Manisan yang di buat dari buah carica. Buah yang hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng. 


toko carica


Buah carica masih tergolong dalam kelompok pepaya, tapi bentuk buah yang lebih kecil dengan rasa lebih unik, karena ada sedikit rasa asam dan akan terasa manis disekitar selaput bijinya.

Buah carica tidak seperti pepaya pada umumnya, untuk mengkonsumsinya perlu di olah terlebih dahulu. Diantaranya diolah menjadi sirup, selai carica, manisan carica dll. Produk yang paling digemari adalah manisan carica.

Carica sangat kaya akan manfaat, kandungan enzim papain bisa mempercepat penyerapan protein dalam tubuh dan zat agrinin dapat menghambat tumbuhnya sel kanker payudara.

Produk manisan carica "Sumbing Segar" telah diolah dengan standar kesehatan yang berlaku, serta memperhatikan sistem HACCP pada setiap pengolahan, dengan tenaga yang ahli dibidangnya.


Komposisi : Carica, Gula, Air, Pengatur Keasaman
Berat  : 250 gr
Masa Penyimpanan (Expired): 8 bulan

Jenis Kemasan :
Cup mangkok untuk eceran
Karton isi 6 cup (berat ±1,5kg)
Karton isi 12 cup (berat ±3 kg)
Harga :
Per Pcs – Rp. 5.000,-
Karton isi 6 – Rp. 28.000,-
Karton isi 12 – Rp. 54.000,-

Jenis Kemasan : Botol Kaca untuk eceran, Karton isi 6, Karton isi 12
Harga Per Botol : Rp. 11.000,-
Karton Isi 6 : Rp. 60.000,-
Karton Isi 12: Rp. 110.000,-